Matapubliknews.com

Rumah Ahmad Dilalap Api, Pemdes Semplak Sukalarang Siapkan Langkah Bantuan

SUKABUMI, Matapubliknews.com — Rumah semi permanen milik Ahmad, 68 tahun, di Kampung Cipriangan, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu mengakibatkan kerusakan sejumlah bagian rumah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp45 juta.

Berdasarkan keterangan Bhabinkamtibmas Desa Semplak, Aiptu Sujarwo, yang didampingi Babinsa Desa Semplak, Serda Asep Somantri, kebakaran pertama kali diketahui saat Ahmad sedang berada di kebun, tidak jauh dari rumahnya.

Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Ahmad sedang berada di kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah warga berteriak memberitahukan bahwa rumahnya terbakar.

Setibanya di lokasi, Ahmad mendapati api dan asap tebal membumbung dari rumah berukuran sekitar 6 x 7 meter itu. Sebagian bangunan yang menggunakan material kayu dan bilik membuat api mudah melalap bagian rumah.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Sukaraja tiba sekitar pukul 07.15 WIB. Petugas bersama warga, Bhabinkamtibmas Desa Semplak Aiptu Sujarwo, dan Babinsa Serda Asep Somantri berupaya menjinakkan api. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB.

Api merusak bagian atap, dapur, ruang tengah, serta kamar tidur belakang. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari korsleting listrik di bagian dapur. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemdes Semplak Ajukan Bantuan Pascakebakaran

Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti, mengatakan pemerintah desa segera menyiapkan berita acara kejadian untuk mendukung pengajuan bantuan bagi korban.

Dokumen tersebut akan disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, dan U
nit Pengumpul Zakat (UPZ).

Menurut Nura, langkah itu ditempuh agar musibah yang dialami Ahmad mendapat perhatian dari instansi terkait. Ia berharap bantuan dapat meringankan beban korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak setelah rumahnya terbakar.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan risiko kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.

Pemeriksaan kabel, stopkontak, dan sambungan listrik secara berkala menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Warga juga diimbau menghindari penggunaan sambungan listrik berlebihan serta memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman, terutama sebelum meninggalkan rumah.

Prima RK

Type and hit Enter to search

Close