Matapubliknews.com

Pemkot Sukabumi Tekankan Kolaborasi Pramuka-PKBM untuk Menyiapkan Generasi Siap Kerja


SUKABUMI, Matapubliknews.com — Pemerintah Kota Sukabumi mendorong penguatan kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memperluas akses pendidikan nonformal sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, terampil, dan mandiri.

Pesan itu disampaikan dalam pelepasan kontingen Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (17/9/2026). 

Kontingen tersebut akan mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengapresiasi kesiapan seluruh pihak yang telah mempersiapkan peserta PKBM untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, Gema Tunas bukan sekadar agenda kepramukaan, melainkan ruang pembentukan karakter melalui pengalaman, kedisiplinan, kemandirian, dan pengembangan keterampilan.

Ranty menilai PKBM memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal. Sementara Gerakan Pramuka memiliki kekuatan dalam menanamkan integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan.

“Kolaborasi ini perlu diarahkan menjadi program bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan, serta menghormati sesama peserta dan pembina dari berbagai daerah. Sikap selama kegiatan, kata dia, menjadi bagian dari tanggung jawab karena kontingen membawa nama baik keluarga, PKBM, masyarakat, dan Kota Sukabumi.

Sementara itu, Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki menekankan bahwa pendidikan nonformal harus diikuti dengan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong peningkatan kapasitas peserta melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan berkoordinasi bersama Dinas Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi peserta setelah menyelesaikan pendidikan maupun pelatihan.

“Pendidikan dan keterampilan harus menjadi bekal nyata bagi generasi muda untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Ayep juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada pengalaman kegiatan, tetapi menerapkan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, kebersamaan, saling membantu, serta semangat mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.

Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat menjadi salah satu wadah pengembangan potensi peserta PKBM melalui kegiatan kepramukaan di bawah naungan FK-PKBM. Selain memperkuat mental dan fisik, kegiatan tersebut diharapkan membangun kemandirian, integritas, dan kesiapan peserta menghadapi tantangan kehidupan.

Menurut Ayep, penguatan pendidikan, keterampilan, dan akses terhadap dunia kerja tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah daerah, PKBM, Gerakan Pramuka, lembaga pelatihan kerja, keluarga, komunitas, dan masyarakat harus membangun ekosistem pendidikan yang saling menopang.

“Kalau ini hanya dikerjakan oleh saya seorang, tidak mungkin. Maka kita harus bersama-sama,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Sukabumi memastikan pendidikan nonformal tidak berhenti pada proses belajar, tetapi juga menghasilkan generasi muda yang memiliki keterampilan, karakter, dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Prima RK

Type and hit Enter to search

Close