Matapubliknews.com

Kusmana Hartadji: PWI Cup II Harus Jadi Ruang Regenerasi Tenis Meja


SUKABUMI — Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi periode 2024–2025, Kusmana Hartadji, M.M., ikut meramaikan Turnamen Tenis Meja PWI Cup II yang digelar di GOR Tenis Meja Rengganis, Kota Sukabumi, Minggu, 6 September 2026.

Kusmana datang bukan sekadar sebagai penonton. Mantan pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu turut turun ke arena dan ambil bagian sebagai peserta dalam turnamen yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi tersebut.

Menurut Kusmana, penyelenggaraan PWI Cup tahun kedua menunjukkan perkembangan yang positif. Selain jumlah peserta yang meningkat, jangkauan turnamen juga mulai meluas dengan hadirnya pemain dari luar Sukabumi.

“Alhamdulillah, ada keberlanjutan. Saya sangat mengapresiasi Turnamen PWI Cup Kota Sukabumi ini. Pesertanya sekarang bukan hanya dari Sukabumi dan sekitarnya, tetapi juga dari Bandung. Saya sendiri dari Bandung ikut berpartisipasi untuk memeriahkan PWI Cup yang kedua ini,” kata Kusmana.

Ia menilai peningkatan antusiasme peserta terlihat dari persaingan yang berlangsung di sejumlah nomor pertandingan. Pada nomor ganda, misalnya, pertandingan berlangsung cukup ketat dan beberapa laga harus ditentukan melalui skor 3-2.

“Antusias para pemain luar biasa. Divisinya juga meningkat. Untuk nomor ganda ada Divisi 17, 18, 19 dan persaingannya cukup ketat. Bahkan beberapa pertandingan berakhir dengan skor 3-2. Artinya, persaingannya sangat rapat,” ujarnya.

Kusmana berharap PWI Cup tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi kompetisi yang memiliki cakupan lebih luas. Menurut dia, keberlanjutan turnamen sangat bergantung pada konsistensi panitia, dukungan berbagai pihak, serta promosi yang lebih luas.

“Ini harus terus dilanjutkan. Tinggal bagaimana teman-teman kepanitiaan tetap kompak. Para wartawan dan jurnalis juga ikut hadir menyaksikan. Ke depan, kegiatan ini harus terus dipromosikan agar levelnya semakin meningkat,” tutur Kusmana.

Dorong Pelajar dan Regenerasi Atlet
Kusmana juga menyoroti pentingnya memberi ruang lebih besar kepada pelajar dan pemain muda. Menurut dia, turnamen tenis meja dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kompetisi kepada generasi muda sekaligus membuka jalan bagi proses regenerasi atlet.

Ia mengusulkan agar kategori pelajar dapat diberikan kemudahan, termasuk pembebasan biaya pendaftaran. Penghargaan kepada peserta muda, kata dia, tidak harus selalu berbentuk hadiah uang.

“Tenis meja itu olahraga yang sangat menyenangkan. Tidak perlu tempat yang luas, tetapi bisa membahagiakan. Kalau pelajar diberikan gratis atau bebas pendaftaran, menurut saya tidak masalah. Yang penting mereka mendapatkan pengalaman, piala, dan penghargaan,” katanya.

Selain kategori pelajar dan umum, Kusmana mengusulkan agar PWI Cup pada penyelenggaraan berikutnya mempertimbangkan kelas eksekutif. Kategori tersebut, menurut dia, dapat diarahkan sebagai ruang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi kalangan profesional dan pejabat.

“Ke depan seharusnya ada kelas eksekutif, dengan pendaftaran yang mungkin berbeda. Hadiahnya tidak harus dalam bentuk uang tunai, bisa berupa piala dan penghargaan,” ujarnya.

Menurut Kusmana, pengembangan kategori dan pembinaan peserta muda penting dilakukan jika PWI Cup ingin memiliki dampak lebih jauh terhadap perkembangan tenis meja.

Ia berharap turnamen tersebut dapat ikut memperkuat regenerasi atlet, tidak hanya di Kota Sukabumi tetapi juga di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut, sehingga regenerasi tenis meja di Kota Sukabumi dan Jawa Barat umumnya terus meningkat,” kata dia.

Keikutsertaan Kusmana dalam PWI Cup II juga tidak terlepas dari kegemarannya terhadap tenis meja dan kedekatannya dengan Kota Sukabumi.

Meski kini berdomisili dan beraktivitas di Bandung, ia mengaku tetap berupaya memenuhi undangan PWI Kota Sukabumi, terlebih kegiatan tersebut berkaitan dengan olahraga yang menjadi hobinya.

“Saya tidak bisa menolak kalau ada undangan, apalagi terkait dengan hobi saya. Salah satu hobi dan kesenangan saya adalah tenis meja. Saat menjabat dulu, saya juga sering latihan rutin di sini,” ujarnya.

Hubungan dengan insan pers di Kota Sukabumi menjadi alasan lain bagi Kusmana untuk tetap hadir dalam kegiatan PWI.

“Kenapa tidak? Apalagi ini undangan dari PWI yang terus berkolaborasi dengan kita. Insyaallah, kita akan hadir,” katanya.

Kusmana juga mengaku masih menyimpan kesan terhadap Kota Sukabumi setelah tidak lagi menjabat sebagai Pj Wali Kota. Ia menyebut kota tersebut meninggalkan banyak cerita selama dirinya bertugas.
“Gimana ya, pokoknya ngangenin. Kota kecil sejuta cerita,” ucapnya.

Ia mengakui masa kepemimpinannya di Kota Sukabumi tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, keramahan masyarakat menjadi salah satu kesan yang menurutnya tetap melekat.

“Tantangannya cukup berat, tetapi insyaallah orang-orangnya someah (ramah),” pungkas Kusmana.

Prima RK

Type and hit Enter to search

Close