SUKABUMI, Matapubliknews.com — Penurunan harga jagung di tingkat petani kembali menjadi tantangan bagi sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani, bahkan berpotensi mengurangi semangat mereka untuk terus menanam komoditas yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Berangkat dari kondisi itu, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS, Uden Abdunnafsir, menggagas Program Borong Jagung Petani sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para petani yang tengah menghadapi anjloknya harga jual hasil panen.
Menurut Uden, program tersebut bertujuan membantu petani memperoleh harga yang lebih layak sehingga hasil panen mereka tetap memiliki nilai ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Program Borong Jagung Petani ini lahir sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kondisi petani jagung yang saat ini menghadapi penurunan harga jual. Tujuan utamanya adalah membantu petani memperoleh harga yang lebih layak, sehingga hasil panen mereka tetap memiliki nilai ekonomi dan mampu menopang kebutuhan keluarga," ujar Uden dalam keterangannya kepada awak media. Minggu (19/07/2026).
Melalui program tersebut, hasil panen petani dibeli secara langsung. Langkah ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam menyerap hasil panen, tetapi juga diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik.
Uden menambahkan, gerakan tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, pihaknya berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat, agar manfaatnya semakin luas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa persoalan petani bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat," katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih memilih dan membeli hasil pertanian lokal. Menurutnya, setiap pembelian produk pertanian dari petani setempat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan sektor pertanian sekaligus penguatan ekonomi pedesaan.
Dalam perspektif yang lebih luas, kesejahteraan petani memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan. Ketika petani mendapatkan kepastian pasar dan harga yang layak, mereka akan terdorong untuk terus berproduksi sehingga pasokan pangan daerah tetap terjaga.
"Ketika petani sejahtera, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat," tegas Uden.
Ke depan, ia berharap Program Borong Jagung Petani tidak berhenti sebagai kegiatan sosial yang bersifat sementara.
Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk membangun sistem pemasaran hasil pertanian yang lebih adil, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong lahirnya kebijakan yang semakin berpihak pada sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.
Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan petani dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi produsen pangan, tetapi juga memperoleh kepastian ekonomi yang layak dari hasil kerja keras mereka.
Prima RK


Social Footer