SUKABUMI – PT Malahayati Nusantara Raya melalui Malahayati Konsultan terus memperluas upaya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan investasi ilegal. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar di Aula Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7/2026).
Mengusung tema "Kita Bantu Orang, Tuhan Bantu Kita", kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Malahayati Nusantara Raya Ahmad Maulana, Kepala Departemen Keuangan dan Kekaryawanan Riska Febry, Kepala Cabang Sukabumi Sayuti Mahmud, Agen Malahayati Yudi Hadiansyah, Media Pusat PT Malahayati Nusantara Raya Wiko, Kepala Desa Cijalingan Hj. Dedah Hodijah, perangkat desa, BPD, kader PKK, serta tokoh masyarakat.
Sosialisasi bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap berbagai kejahatan digital yang semakin marak. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal, dampak judi online terhadap ekonomi keluarga, serta ciri-ciri investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Selain edukasi pencegahan, masyarakat juga diberikan informasi mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila telah menjadi korban, termasuk pentingnya pendampingan dan pelaporan kepada pihak berwenang.
Direktur Utama PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana, mengatakan edukasi menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keuangan digital.
"Kami ingin masyarakat memahami bahaya pinjaman online, judi online, dan investasi ilegal. Ketiganya dapat berdampak pada kondisi ekonomi, mental, bahkan kehidupan sosial seseorang," ujarnya.
Ahmad mengatakan pihaknya juga membuka pendampingan bagi masyarakat yang telah terjerat persoalan tersebut melalui layanan konsultasi dan program pemulihan mental yang rutin dilaksanakan setiap bulan.
Menurut dia, sejak 2023 hingga kini PT Malahayati Nusantara Raya telah mendampingi sekitar 5.000 masyarakat di Sukabumi dan sekitarnya, dengan mayoritas kasus berkaitan dengan pinjaman online.
"Kami berharap masyarakat semakin bijak menggunakan layanan keuangan digital dan tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan instan," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cijalingan, Hj. Dedah Hodijah, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi maraknya pinjaman online, judi online, dan investasi ilegal.
Ia berharap peserta dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada warga lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami risiko sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban.
"Semoga masyarakat semakin waspada, bijak menggunakan teknologi, dan tidak mudah tergoda oleh tawaran yang merugikan diri sendiri maupun keluarga," ujar Dedah.
Prima RK



Social Footer