Matapubliknews.com

Kepala Desa Ciengang Harap Pelatihan Petani Kopi Berlanjut, Dorong Infrastruktur dan Pemberdayaan UMKM


SUKABUMI, Matapubliknews.com – Kepala Desa Ciengang, Yudius Bagja, mengapresiasi penyelenggaraan Pelatihan Tata Kelola Petani yang diinisiasi Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti para petani kopi dari Desa Ciengang dan Desa Sukamanah di Aula Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kamis (30/7/2026).

Menurut Yudius, kehadiran Desy Ratnasari menunjukkan perhatian nyata pemerintah terhadap pengembangan komoditas kopi di wilayah Sukabumi, khususnya di Kecamatan Gegerbitung yang memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi.

Ia menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas petani, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga peningkatan daya saing kopi lokal.

"Kami sebagai pemerintah desa sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Desy Ratnasari di desa kami. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani kopi untuk terus meningkatkan kualitas usaha pertanian mereka," ujar Yudius.

Meski demikian, ia berharap program tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, petani membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar memperoleh pembinaan secara konsisten, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengolahan hasil, hingga pemasaran.

Yudius menambahkan, tantangan yang dihadapi petani kopi saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menyangkut ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk, serta kepastian akses pasar. Tanpa sistem pemasaran yang kuat, produksi yang melimpah belum tentu mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, ia menilai pembangunan infrastruktur pertanian menjadi faktor penting untuk memperlancar distribusi hasil panen sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Ia juga mendorong pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis olahan kopi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh keluarga petani.

"Kami berharap setelah Ibu Desy Ratnasari melihat langsung kondisi wilayah kami, persoalan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan UMKM dapat diperjuangkan di tingkat pusat. Program ini jangan berhenti sebagai kegiatan semata, tetapi harus berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Senada dengan itu, Camat Gegerbitung, Sri Yulianti, menyebut pelatihan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Kecamatan Gegerbitung sebagai salah satu kawasan pengembangan kopi di Kabupaten Sukabumi.

Ia menjelaskan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Gegerbitung yang terdiri atas tujuh desa telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kopi karena memiliki kondisi geografis, ketinggian wilayah, serta karakteristik lahan yang sangat mendukung.

Pada 2026, luas lahan kopi di Kecamatan Gegerbitung mencapai sekitar 310 hektare, terdiri atas 290 hektare kopi arabika dan 20 hektare kopi robusta. Lahan tersebut dikelola oleh kelompok-kelompok tani yang tersebar di Desa Ciengang, Sukamanah, Caringin, dan Buniwangi.

Sri mengapresiasi kehadiran Desy Ratnasari yang menghadirkan program pembinaan bagi petani kopi. Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani, tidak hanya dalam aspek budidaya, tetapi juga tata kelola usaha dan pemasaran sehingga kesejahteraan petani terus meningkat.

Di sisi lain, ia mengakui infrastruktur masih menjadi tantangan utama bagi Desa Ciengang dan Sukamanah yang berada di wilayah paling ujung Kecamatan Gegerbitung. 

Akses jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan, kata dia, baru mulai mendapatkan penanganan pada tahun ini melalui anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

"Kondisi infrastruktur memang menjadi tantangan karena wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas. 

Prima RK

Type and hit Enter to search

Close