Matapubliknews.com

Ronny Christian Dipukul Hingga Jatuh dan Dihina SARA Usai Pertandingan Bulu Tangkis, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Pelaku

KOTA BATU – Peristiwa pengeroyokan terjadi di depan Gedung Serba Guna Kota Batu, Desa Dadaprejo, tepatnya pada Selasa dini hari (2/6/2026) pukul 00.30 WIB. Ronny Christian menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh tiga orang, yaitu Zainal Abidin, Hari, dan Martin. Insiden bermula usai penyelenggaraan pertandingan bulu tangkis yang digelar oleh AAN Jaya Snack.
 
Menurut keterangan Ronny, kejadian bermula saat ia hendak pulang setelah acara selesai, namun tiba-tiba jalannya dihadang oleh Hari dan Martin.
 
“Mereka bertanya apakah saya punya masalah dengan PB D Stadion. Saya jawab tidak ada masalah sama sekali. Tapi Hari bertanya lagi, kenapa saya mendukung PB lain dan bukan PB dari Kota Batu,” ungkap Ronny.
 
Saat itu ia menjelaskan alasannya, bahwa dukungan yang diberikan murni karena pertemanan. “Saya jawab, kebetulan teman saya yang bertanding tergabung dalam PB Kopase, jadi wajar jika saya mendukung mereka,” tambahnya.
 
Didorong, dipukul keras hingga jatuh, dan dihina bernada SARA
 
Saat sedang berbicara, tiba-tiba datang Zainal Abidin dan langsung mendorong-dorong tubuh korban tanpa alasan yang jelas. Belum sempat bereaksi, kepala bagian belakang Ronny dihantam sangat keras oleh Hari hingga membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.
 
Setelah dibantu berdiri oleh teman-temannya, Zainal Abidin masih tidak terima dan kembali memukul serta mengeplak wajah korban berkali-kali. Tak hanya melakukan kekerasan fisik, para pelaku juga melontarkan kata-kata hinaan bernada diskriminasi suku dan ras yang sangat menyakitkan hati.
 
“Mereka menghina-hina, bahkan berkali-kali meneriakkan kata ‘Cina Jancok’ ke arah saya. Sangat menyakitkan dan tidak manusiawi,” ujar Ronny.
 
Korban akhirnya ditarik dan dipisahkan oleh teman-teman agar kejadian tidak berlanjut. Namun setelah itu, ia merasa sangat pusing, berkunang-kunang, dan ingin muntah akibat benturan keras di kepala, sehingga harus segera diantar pulang oleh kerabatnya.
 
Paman sekaligus kuasa hukum korban angkat bicara
 
Dr. Teguh Suharto Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M. yang bertindak selaku kuasa hukum resmi sekaligus paman korban, menyampaikan kemarahan dan kekecewaannya atas perbuatan para pelaku.
 
“Apa yang dilakukan ketiga orang itu sangat keterlaluan, melanggar hukum, dan tidak memiliki rasa kemanusiaan. Tidak cukup memukul hingga menyebabkan gegar otak, mereka juga menghina dengan nada SARA yang sangat menyakitkan dan merendahkan martabat seseorang. Ini sama sekali tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegas Dr. Teguh.
 
Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum sekuat tenaga untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku.
 
“Kami sudah lengkapi seluruh keterangan saksi, bukti, dan kronologi kejadian. Segera kami akan melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian agar pelaku diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, mendapatkan hukuman yang setimpal, dan keponakan saya mendapatkan keadilan yang sepenuhnya,” pungkasnya.
 
Sampai berita ini diturunkan, korban masih menjalani pemeriksaan medis dan pemulihan kesehatan akibat dampak kekerasan yang diterima.
 

 
 Tim Red


































Type and hit Enter to search

Close