Matapubliknews.com

PT Malahayati Nusantara Raya Edukasi Warga Sukabumi Waspadai Bahaya Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal


SUKABUMI, Matapubliknews.com – PT Malahayati Nusantara Raya melalui Malahayati Konsultan menggelar sosialisasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan investasi ilegal di Aula Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB itu mengusung tagline "Kita Bantu Orang, Tuhan Bantu Kita" sebagai wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan aman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Departemen Produk dan Layanan PT Malahayati Nusantara Raya Pusat, Maulana Akbar, Kepala Cabang PT Malahayati Nusantara Raya Cabang Sukabumi Sayuti Mahmud, Agen Malahayati Yudi Hadiansyah, Kepala Desa Selajambe H. Pipin Saripin, unsur Babinsa, perangkat desa, kader PKK, serta tokoh masyarakat.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai risiko yang ditimbulkan oleh pinjaman online ilegal, praktik judi online, hingga investasi ilegal yang belakangan semakin marak. 

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila telah terlanjur menjadi korban.

Departemen Produk dan Layanan PT Malahayati Nusantara Raya Pusat, Maulana Akbar, mengatakan masih rendahnya literasi masyarakat terhadap layanan keuangan digital kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, edukasi menjadi langkah preventif yang sangat penting agar masyarakat mampu mengenali risiko sejak awal sebelum mengalami kerugian.

"Tujuan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memanfaatkan layanan financial technology (fintech), khususnya pinjaman online, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya judi online dan investasi ilegal.

" Dampaknya tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat memicu tekanan psikologis, konflik dalam keluarga, hingga pada kasus tertentu berujung pada tindakan bunuh diri. Karena itu, masyarakat perlu memahami risikonya sejak dini," ujar Maulana.

Ia menjelaskan, PT Malahayati Nusantara Raya juga menyediakan layanan konsultasi bagi masyarakat yang mengalami persoalan akibat pinjaman online maupun judi online. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi tanpa dipungut biaya untuk memperoleh edukasi, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, serta mendapatkan arahan mengenai solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

"Kami membuka layanan konsultasi secara gratis. Masyarakat dapat datang ke kantor untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik sesuai persoalan yang dihadapi. Harapannya, mereka tidak merasa menghadapi masalah ini sendirian," katanya.

Menurut Maulana, bagi masyarakat yang telah memasuki kondisi gagal bayar, perusahaan juga menyediakan layanan pendampingan profesional melalui proses mediasi dan negosiasi dengan pihak penagih (debt collector). Pendampingan tersebut bertujuan mendorong penyelesaian yang mengedepankan ketentuan hukum dan prinsip perlindungan terhadap konsumen.

"Tim handling kami bertugas melakukan mediasi dan negosiasi apabila ada penagih yang mendatangi klien yang sudah tidak mampu melakukan pembayaran. Kami berupaya mencarikan jalan keluar yang baik sehingga penyelesaian dapat ditempuh secara lebih proporsional bagi semua pihak," jelasnya.

Ia menambahkan, layanan konsultasi diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, sedangkan pendampingan hingga proses penyelesaian dilakukan sebagai layanan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap klien.

Ke depan, PT Malahayati Nusantara Raya berkomitmen memperluas kegiatan edukasi ke berbagai daerah agar semakin banyak masyarakat memahami risiko pinjaman online, judi online, dan investasi ilegal, sekaligus

mengetahui langkah-langkah yang dapat ditempuh apabila menghadapi persoalan tersebut.

Maulana juga berharap pengawasan dari regulator terhadap industri financial technology terus diperkuat sehingga seluruh penyelenggara fintech maupun pihak penagih mematuhi ketentuan yang berlaku serta mampu memberikan perlindungan hukum yang optimal kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Malahayati Nusantara Raya Cabang Sukabumi, Sayuti Mahmud, mengungkapkan hingga saat ini perusahaan telah memberikan pendampingan kepada hampir 100 ribu klien melalui jaringan kantor yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Alhamdulillah, kami telah menangani hampir 100 ribu klien. Sebagian besar datang dalam kondisi mental yang sudah tertekan akibat beban utang maupun pola penagihan yang mereka alami. Karena itu, kami hadir bukan hanya memberikan pendampingan dalam penyelesaian persoalan, tetapi juga membantu memulihkan kepercayaan diri mereka agar tidak terus dihantui kepanikan dan kecemasan," ujarnya.

Menurut Sayuti, PT Malahayati Nusantara Raya kini telah memiliki 11 kantor cabang di sejumlah kota sebagai bentuk komitmen dalam memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

"Kami akan terus konsisten melaksanakan sosialisasi, tidak hanya di Sukabumi, tetapi juga di berbagai daerah hingga tingkat desa. Harapannya, masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai risiko pinjaman online, judi online, dan investasi ilegal sehingga mampu menghindari jebakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sayuti juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa konsultan yang menawarkan pendampingan penyelesaian persoalan pinjaman online. Menurutnya, maraknya promosi jasa pendampingan melalui media sosial juga membuka peluang munculnya praktik penipuan yang justru menyasar masyarakat yang sedang berada dalam kondisi rentan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas perusahaan, keberadaan kantor cabang, serta rekam jejak atau company profile penyedia jasa konsultasi. Jangan mudah percaya kepada pihak yang hanya menawarkan layanan secara daring tanpa identitas maupun alamat kantor yang jelas, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian baru bagi masyarakat yang sedang mencari solusi," tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, PT Malahayati Nusantara Raya berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya pinjaman online ilegal, judi online, dan investasi ilegal, tetapi juga semakin bijak dalam mengambil keputusan finansial. Literasi keuangan yang baik dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai praktik yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi maupun dampak sosial yang berkepanjangan.

Prima RK




































Type and hit Enter to search

Close