Matapubliknews.com

DAMPAK BURUK TRAGEDI DUKONO TERHADAP PARIWISATA MALUKU UTARA .

matapubliknews.com - Tobelo. Insiden kecelakaan di Gunung Dukono pada tanggal 8 Mei 2026 silam berdampak buruk pada sektor pariwisata Maluku Utara, peristiwa naas yang menimpa wistawan asing asal Singapura   mengakibatkan  merosotnya reputasi destinasi wisata di Maluku Utara khususnya Kabupaten Halmahera Utara, ketika turis asing  menjadi korban, kepercayaan pasar internasional runtuh seketika, memicu kekhawatiran global hanya  oleh karena managemen wisata  pendakian gunung api  yang sangat buruk dan oknum  pemandu wisata yang tidak profesional.

Selain itu jalur pendakian dari Utara yang di digunakan merupakan jalur pendakian zona berbahaya karena berada pada area bukaan kawah, material gunung api lebih banyak mengalir ke Desa Mamuya. Shelter yang di bangun berada persis di arah bukaan kawah dan berdekatan dengan gunung Tolori yang setiap detik mengeluarkan gas beracun, sungai yang merupakan aliran lahar dingin saat musim hujan hanya berjarak sekitar 10 m yang dapat berakibat tertimpa lahar dingin jika terjadi curah hujan yang berskala besar. 

“ Selama ini kami porter dan pemandu wisata pendakian gunung Dukono dari jalur Desa Ruko aman-aman saja, beda dengan dari Desa mamuya, disana itu sering terjadi insiden, seringkali ada pendaki yang tersesat, memang disana banyak sungai yang bisa membuat wisatawan nyasar dan terjebak banjir serta longsor saat hujan, material vulkanik lebih banyak mengarah ke sana, coba bandingkan saja kondisi material lahar dingin yang ada di sungai Mede dan sungai mamuya, untuk sementara ini pendaki tidak bisa ke kawah sesuai rekomendasi vulkanologi yaitu 4 Km dari sumber erupsi” Jelas Irvan Mandak porter Jalur pendakian Ruko. 17/06/2026.

Penutupan objek wisata gunung Dukono akibat tragedi 8 Mei berakibat pada lonjakan pembatalan kunjungan wisatawan dan berdampak langsung pada penurunan pendapatan pelaku usaha lokal, pembatalan pemesanan hotel, agen perjalanan, dan transportasi, serta kerugian ekonomi yang signifikan bagi ekosistem pariwisata. Krisis ini diperparah dengan keputusan premature menutup semua jalur pendakian tanpa mengidentifikasi jalur pendakian mana yang aman dan mana yang berbahaya, pemandu dan porter mana yang profesional dan mana yang tidak profesional. 

“ini semua karena pendaki fomo yang tidak mengikuti SOP pendakian gunung api aktif dan pemandu yang tidak profesional, pemandu gunung api harus pemandu khusus atau yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat kompetensi, akibat tragedi 8 mei lalu banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke maluku Utara dan untuk trip selanjutnya  terpaksa kami arahkan ke propinsi lain” ungkap Andy Volcano Manager Volcano Discovery untuk Indonesia kepada matapubliknews.com. 17/06/2026.

Respon masyarakat terhadap penutupan wisata gunung Dukono terbagi menjadi dua kubu  yakni dukungan penuh dari pihak yang tidak memahami kepariwisataan dan penolakan dari para generasi Z yang tumbuh pada era digital dan internet, praktisi pariwisata serta  pelaku usaha dan warga lokal yang ekonominya bergantung pada sektor pariwisata.

Bagi praktisi pariwisata,  penutupan wisata gunung api bukanlah solusi terbaik karena gunung api adalah paradoks alamiah yang menawarkan daya tarik wisata luar biasa. Lanskap vulkaniknya yang unik dan keanekaragaman hayati subur menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran mereka secara langsung menggerakkan roda ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, dan menjadi sumber devisa negara yang strategis
Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah  memperbaiki manajemen pendakian gunung api untuk menekan risiko kecelakaan dan menjaga kelestarian ekosistem. Fokus utamanya mencakup pemberlakuan sistem kuota, pembaruan standar operasional prosedur (SOP) darurat, dan penerapan sistem manajemen sampah terpadu.

Di Pulau  Lombok yang industri pariwisatanya sudah sangat maju, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani, baik akibat cuaca ekstrem maupun imbas insiden kecelakaan, sering kali menuai protes keras dari para pelaku wisata lokal dan masyarakat di kawasan lingkar Rinjani (seperti Sembalun dan Senaru). Sementara kita di Maluku Utara yang Pariwisatanya baru seumur jagung saat terjadi insiden atau kecelakaan solusinya tutup total meskipun masih ada jalur pendakian lain yang lebih aman, tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata daerah sehingga peran dan fungsi nya dipertanyakan. 

Kebijakan penutupan dinilai berdampak buruk pada sumber penghidupan warga yang bergantung pada sektor pariwisata, seperti Sopir angkot, pemandu (guide), porter, penyedia jasa ojek/viar, hingga pemilik warung dan kemajuan pariwisata itu sendiri  karena indikator kemajuan pariwisata daerah adalah dilihat dari  tingginya angka kunjungan wisatawan asing. 

“Ini kan banyak yang masih kurang paham karena melihat hanya satu sisi dampak buruk, tapi ternyata dampak baik ke masyarakat jauh lebih besar jadi ini tantangan torang/kita pelaku usaha pariwisata bagaimana meyakinkan para pemangku kebijakan agar mendengar masukan dari masyarakat untuk tidak menutup wisata pendakian dan tetap  menyesuaikan rekomendasi PVMBG, yaitu radius aman yang telah ditentukan dalam surat edaran” Ungkap salah satu pelaku usaha jasa pariwisata yang enggan namanya di tulis dalam berita ini. 18/06/2026

Pihak otoritas sebaiknya mempelajari managemen pariwisata gunung api di tempat lain misalnya pariwisata Gunung Etna di Sisilia dikelola secara ketat oleh otoritas Parco dell'Etna bersama Badan Perlindungan Sipil, bukan penutupan total.  Perlu adanya pendekatan yang memadukan pemantauan aktivitas vulkanik real-time, pembatasan akses zona bahaya, serta wajib didampingi pemandu resmi untuk menjamin keselamatan ribuan wisatawan setiap harinya. 

Sistem tata kelola pariwisata di gunung api aktif tertinggi di Eropa ini mencakup beberapa pilar utama yaitu 
Zonasi & Pembatasan Akses,Pendampingan Wajib yaitu pengunjung wajib didampingi oleh pemandu vulkanologi jenis-jenis batuan dan material lain vulkanik atau pemandu bersertifikat dan berpengalaman.
 Penyediaan pusat Informas di kawasan Rifugio Sapienza  menjadi titik awal resmi yang menyediakan peta, rute aman, dan pembaruan cuaca dan Infrastruktur Ramah Lingkungan. Ketika di hubungi melalui pesan WatsApp 18/06/2026, Kadis pariwisata Kabupaten Halmahera Utara hingga berita ini diturunkan enggan memberi komentar. 

Red





































Type and hit Enter to search

Close