matapubliknews.com - Program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau sering disingkat MBR dari Kementerian PUPR untuk meningkatkan akses air bersih perpipaan yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2023, ataupun Program yang sekarang yaitu sambungan mandiri (SL Mandiri) Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi, belum pernah dirasakan oleh sebagian masyarakat kabupaten sukabumi, salah satunya sebagian masyarakat di wilayah desa pamuruyan kecamatan cibadak yang notabene satu kecamatan dengan kantor pusat PDAM Tirta Jaya Mandiri.
Keluhan warga kampung johor dan kampung paris, terkait susahnya mendapatkan pasokan air bersih merupakan isu krusial, terutama saat musim kemarau panjang. Masalah ini mencakup keterbatasan sumber air, kualitas air yang buruk, apalagi infrastruktur PDAM yang belum ada sampai sekarang. Sukabumi, (27/04/26).
Anton, salah satu warga kampung johor desa pamuruyan kecamatan cibadak menuturkan bahwa dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada PDAM masuk ke wilayahnya.
"Belum ada dari saya lahir kayanya, (PDAM belum masuk wilayahnya), kalau air butuh, warga disini ngambil air di Pabrik Japfa kadang bawa kompan," Tuturnya.
Saat ditanya terkait seandainya PDAM Tirta Jaya Mandiri masuk ke wilayahnya, Anton mengatakan "kalau PDAM masuk kesini ya bagus," Katanya.
Menurutnya warga berharap adanya sambungan pipanisasi ke wilayahnya, menurutnya warga kampung johor dan sekitarnya pun sangat membutuhkan air bersih, apalagi di daerahnya kalau sudah kemarau dua minggu saja rawan sumber air bersih.
Hal senada pun sama diungkapkan oleh Rokib, warga kampung Paris RT. 03 RW. 06 desa pamuruyan kecamatan cibadak, menurutnya diwilayahnya memang membutuhkan air, sumur kering kalau kemarau lewat tiga minggu, masyarakat mengambil air ke PT. Japfa, tidak dipungut biaya, tapi dalam pengambilan air harus menggunakan motor dan sebagian warga meminta orang lain dan diberi upah karena lokasi yang sangat jauh.
Saat Kami mendatangi Kantor Pusat PDAM Tirta Jaya Mandiri yang berlokasi di Jl. Karang Tengah-Cirendeu, Ciheulang Tonggoh, Kec. Cibadak, Kabupaten Sukabumi untuk di wawancarai, menurut Humas PDAM Tirta Jaya Mandiri mengatakan agar kami bersurat terlebih dahulu untuk permohonan wawancara dan menjadwalkan waktunya.
Keadilan sosial dalam program MBR ataupun SL Mandiri terkait air bersih merupakan isu krusial untuk memastikan akses dasar yang merata dan terjangkau. Kebutuhan akan keadilan ini mencakup beberapa aspek penting yaitu tarif dan Subsidi terjangkau. Pengaturan tarif air minum, terutama dalam Raperda SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum), harus berpijak pada perlindungan nyata bagi MBR agar kebutuhan dasar tetap terjamin. Subsidi air tidak boleh salah sasaran dan wajib berpihak pada warga miskin.
Aksesibilitas dan Keadilan Lokasi, masih banyak MBR, terutama di wilayah pesisir dan pinggiran, kesulitan mendapatkan air bersih. Penambahan infrastruktur perpipaan sangat diperlukan untuk meminimalkan ketergantungan pada pengangkut air dan mencegah konflik air.
Subsidi Silang, Perumda air minum diharapkan menerapkan subsidi silang untuk menjamin warga kurang mampu mendapatkan air dengan harga berkeadilan.
Program Hibah dan Pembangunan Infrastruktur, Program hibah air minum yang terstruktur melalui PDAM diperlukan untuk meningkatkan akses MBR ke jaringan air perpipaan perkotaan. Kriteria penerima manfaat harus diterapkan secara tepat sasaran untuk memastikan keadilan bagi keluarga yang membutuhkan.
Pembangunan Inklusif, Keadilan sosial dalam hal air bersih adalah bagian dari upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup, yang harus merata hingga ke daerah terpencil.
Secara keseluruhan, keadilan sosial dalam program MBR air bersih berarti memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengakses air bersih yang aman dan terjangkau, tanpa terkecuali.
Aconk Kupluk dan tim


Social Footer