Matapubliknews.com

Proyek Masjid Cisayar Disebut Gunakan Anggaran Pemkab Sukabumi Tahun 2022 , Saat inI masih Belum Kelar.


SUKABUMI – Bangunan Masjid Cisayar di Kampung Cisayar RT 007/RW 008, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek pembangunan yang disebut telah berjalan sejak tahun 2021–2022 itu hingga kini diduga terbengkalai dan belum dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pantauan di lokasi, bangunan masjid tampak belum selesai dikerjakan. Area sekitar dipenuhi rumput liar dan sebagian struktur bangunan terlihat tidak terawat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kelanjutan pembangunan masjid yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, pembangunan masjid tersebut disebut-sebut menerima anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas perkim pada tahun 2022, bahkan diduga juga memperoleh bantuan hibah dari pihak lain. Informasi mengenai proyek tersebut juga tercantum dalam data LPSE Kabupaten Sukabumi dengan nama paket Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan).

Dalam data yang beredar, proyek tersebut berada di bawah Satuan Kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi dengan pagu anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2022. Status proyek dalam data itu disebut telah selesai tender pada tahun 2022.
Namun hingga tahun 2026, kondisi bangunan disebut warga belum menunjukkan penyelesaian secara optimal.

“Betul, bangunan ini sudah lama seperti ini. Kalau tidak salah mulai sekitar tahun 2021 atau 2022. Sangat disayangkan, padahal kalau selesai bisa menjadi masjid yang bagus dan kebanggaan warga di kampung sini,” ujar salah seorang warga kepada wartawan, Minggu (9/5/2026).

Warga lainnya juga mengaku heran karena pembangunan yang nilainya cukup besar justru terlihat mangkrak dalam waktu lama. Mereka berharap ada kejelasan dari pihak terkait mengenai kelanjutan pembangunan tersebut.

“Sayang sekali kalau dibiarkan terus. Lokasinya bagus, besar juga bangunannya. Kami berharap ada perhatian serius supaya bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ungkap warga lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, warga menyebut penanggung jawab pembangunan diketahui berinisial Bah A. Namun saat wartawan mencoba mendatangi kediamannya untuk meminta konfirmasi, yang bersangkutan tidak berada di lokasi sehingga belum diperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kondisi pembangunan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai progres pembangunan, penggunaan anggaran, maupun alasan bangunan tersebut belum difungsikan sepenuhnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun langsung melakukan evaluasi agar pembangunan rumah ibadah tersebut tidak terbengkalai lebih lama. Selain menyangkut penggunaan anggaran publik, keberadaan masjid juga dinilai penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar.

Tim Red































Type and hit Enter to search

Close