HALMAHERA UTARA – Praktisi hukum Oktofianus Leki mendesak Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, agar segera mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Halmahera Utara, Naftali Gita, setelah muncul dugaan tindakan tidak terpuji saat turun di salah satu desa di wilayah Kecamatan Galela Utara.
Sorotan publik terhadap Kadis PMD Halut tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa Naftali Gita diduga memerintahkan seorang oknum kepala desa untuk mencari minuman keras tradisional jenis cap tikus.
Peristiwa itu disebut terjadi saat Naftali Gita datang ke desa di wilayah Kecamatan Galela Utara. Kedatangannya bukan untuk meluruskan persoalan yang terjadi di dalam desa, melainkan justru meminta oknum kepala desa agar segera mencari minuman keras.
Menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Naftali Gita meminta agar minuman keras jenis cap tikus segera disiapkan dengan alasan untuk anak buahnya.
“Minuman cap tikus itu untuk anak buah saya minum,” demikian pengakuan yang disebut disampaikan Kadis PMD Halut kepada oknum kepala desa.
Yang membuat persoalan ini semakin menjadi perhatian publik adalah karena saat kejadian berlangsung, tanpa disadari Naftali Gita sedang berhadapan langsung dengan salah satu pemilik media yang berada di lokasi tersebut.
Saat itu, pemilik media yang berada di halaman rumah oknum kepala desa disebut sempat mempertanyakan tindakan seorang kepala dinas yang turun ke desa namun justru menyuruh kepala desa mencari minuman keras.
“Bagaimana seorang kepala dinas turun di desa menyuruh kepala desa mencari minuman keras jenis cap tikus?” tanya wartawan tersebut.
Namun dengan santainya, Naftali Gita disebut menjawab bahwa minuman keras itu untuk anak buahnya minum.
Jawaban tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat Halmahera Utara dan memicu sorotan tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Praktisi hukum Oktofianus Leki, S.H., langsung menanggapi dugaan tindakan yang dilakukan Kadis PMD Halut tersebut. Ia menilai perilaku seorang kepala dinas yang turun ke desa hanya untuk meminta kepala desa mencarikan minuman keras merupakan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat pemerintahan.
Menurut Oktofianus, tindakan itu sama saja telah merusak citra dan nama baik Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
“Dari pihak aparat hukum tidak henti-hentinya menggelar operasi minuman keras dan memberikan sosialisasi dari desa, kecamatan hingga kabupaten agar miras dijaga bersama demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Tapi tindakan Kadis PMD Naftali Gita justru sangat bertolak belakang,” tegasnya.
Ia menilai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara akan ikut menanggung malu apabila pejabat dengan perilaku seperti itu masih dipertahankan di dalam pemerintahan.
Oktofianus bahkan menegaskan, apabila Naftali Gita tetap dipertahankan sebagai Kadis PMD Halut, maka hal tersebut menjadi tanda kegagalan kepemimpinan di daerah.
“Kalau masih dipertahankan berarti Bupati Halmahera Utara gagal memimpin daerahnya sendiri,” katanya.
Tak hanya itu, Oktofianus juga menyoroti banyaknya kepala desa bermasalah yang menurutnya seolah aman dari persoalan hukum. Ia menduga adanya perlindungan terhadap sejumlah kepala desa.
“Pantas saja kepala desa yang bermasalah semuanya aman karena diduga ada yang membekingi,” ujarnya.
Menurutnya, sangat tidak masuk akal apabila seorang kepala dinas PMD turun langsung ke desa namun hanya fokus memerintahkan kepala desa mencari minuman keras.
Ia menilai seorang kepala dinas seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat dan bawahannya, bukan justru memperlihatkan perilaku yang dianggap mencoreng wibawa pemerintahan.
“Harusnya sebagai Kepala Dinas PMD Halmahera Utara, Naftali Gita memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan pimpinannya, bukan turun di desa memerintahkan oknum kades mencari minuman keras hanya untuk anak buahnya,” tegas Oktofianus.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai sejarah buruk yang baru pertama kali terungkap di Kabupaten Halmahera Utara setelah beberapa kali pergantian kepala daerah.
“Selama beberapa kali pergantian bupati di Halmahera Utara, baru kali ini terungkap ada oknum Kepala Dinas PMD yang mempunyai karakter sangat bobrok dan bersembunyi di balik seragam dinas,” ucapnya.
Di akhir keterangannya, Oktofianus meminta Bupati Halmahera Utara segera mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang dinilai telah mencoreng nama baik pemerintah daerah.
“Kalau hal ini tidak diambil langkah tegas dari Bupati Halmahera Utara, berarti sama saja Bupati menyimpan parasit di tubuh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara,” pungkasnya.
(Tim)
Tag: #HalmaheraUtara #NaftaliGita #PMDHalut #OktofianusLeki #GalelaUtara #CapTikus #MalukuUtara


Social Footer