Matapubliknews.com - Jailolo. Warga Desa Tuguis, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, digegerkan dengan peristiwa tewasnya mantan Bendahara desa Tuguis di sungai kali Butu saat sedang mencari ikan dengan menggunakan alat setrum, sabtu(9/5/2026) sore.
Korban ditemukan oleh kedua rekannya telah tewas di tepi airterjun bersama alat setrumnya , diduga korban terjatuh dari ketinggian ke dasar air terjun.
“Dia menyeberang sungai dengan alat setrum masih di punggung terus tiba-tiba tergelincir dan terjatuh ke dalam airterjun kali butu dari atas ketringgian sampai ke dasar airterjun, tengkoraknya pecah, peristiwa itu terjadi sekitar jam 5 sore ” ungkap Krivel Watta salah satu warga Tuguis.
Menurut sumber terpercaya bahwa setelah kejadian itu kedua rekannya panik dan belum berani evakuasi korban, mereka menghubungi warga dan keluarganya kemudian lansung mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi tubuh korban.
“saat kami tiba posisi tubuh korban sedang tergeletak di atas batu dengan kondisi kepala pecah, salah satu dari kami bergegas ke Kedi untuk menghubungi polisi, ketika mereka tiba kami sudah berhasil evakuasi tubuh korban dari dasar airterjun yang curam, keluarga mengakui bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan murni” Ungkap salah satu warga yang turut mengevakuasi yang tidak mau namanya di tulis dalam media ini.
Menurut warga yang berada disekitar sungai bahwa korban dan rekan-rekannya sudah sering melakukan aktifitas setrum ikan di sepanjang kali butu.
“Mereka itu bukan saja setrum ikan di sekitar jembatan danairterjun, tapi juga sampe di areal perkebunan warga Teongowango di sempanjang kali butu dan Ngoono, ini sangat meresahkan dan saya bahkan sudah sering kali tegur dan berkoordinasi dengan kepala desa mereka agar segera membina warganya yang bandel, tapi mereka sering datang saat kami tidak berada di kebun, cara tangkap ikan yang mereka lakukan menggunakan setrum dan bahan beracun itu sangat merugikan kami yang sering memanfaatkan sungai untuk kebutuhan kami. Ungkap mantan kades Teongowango Imanuel Nyemo kepada media. 10/5/2026
Warga berharap pihak kepolisian segera bertindak agar tidak ada lagi korban jiwa selanjutnya.
**Ad


Social Footer