Matapubliknews.com

*Konflik Elite Purwakarta Makin Panas, Dugaan Pencatutan Nama Gubernur Jadi Sorotan*


 Matapubliknews.com- Di tengah ramainya perbincangan publik terkait hubungan politik antara Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, kini kembali mencuat sebuah pengakuan yang menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Abang Ijo Hapidin melalui akun TikTok pribadinya. Dalam keterangannya, ia menyebut adanya oknum yang mengaku sebagai orang dekat Gubernur Jawa Barat dan datang membawa nama Dedi Mulyadi.

“Ada oknum orang terdekat gubernur Jawa Barat datang ke saya, menjual nama gubernur,” ungkap 

Abang Ijo Hapidin dalam pernyataannya.
Namun setelah dilakukan klarifikasi langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, disebutkan bahwa oknum tersebut diduga hanya mengaku-ngaku dan tidak memiliki keterkaitan resmi dengan gubernur.

Pernyataan itu pun sontak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit publik yang mempertanyakan siapa sosok oknum yang dimaksud, bahkan dikaitkan dengan isu dugaan pinjaman uang sebesar Rp35 miliar yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

Aktivis Purwakarta, Irwan Ardiansyah, turut angkat bicara dan mengkritisi polemik yang berkembang. Ia mempertanyakan apakah oknum yang dimaksud mengarah kepada Bupati Purwakarta.

“Jika benar oknum tersebut adalah Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, maka hal itu seolah mencoreng nama baik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ini harus segera ditindaklanjuti dan dibuktikan kebenarannya,” tegas Irwan.

Irwan juga meminta Gubernur Jawa Barat untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik terkait adanya pihak yang membawa-bawa namanya dalam persoalan tersebut.

“Jika memang pengakuan tentang oknum itu ada pembuktiannya, maka saya meminta Gubernur Jawa Barat angkat bicara. Apabila tidak ada tindak lanjut, publik bisa saja menduga ada unsur pembiaran atau kerja sama dengan oknum tersebut,” ujarnya.

Menurut Irwan, persoalan ini bukan sekadar narasi politik yang sengaja dibuat gaduh, melainkan ada dugaan permainan yang berpotensi merugikan pihak tertentu.

“Saya menilai ini bukan hanya sekadar drama politik, tetapi ada unsur permainan yang sengaja diarahkan untuk merugikan seseorang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun dari Gubernur Jawa Barat terkait sosok oknum yang dimaksud dalam pengakuan tersebut.

Tim Red































Type and hit Enter to search

Close