Matapubliknews.com

Kades Tutang Sutiawan Angkat Suara, Jalan Rusak di Nagrak Selatan Kian Membahayakan



SUKABUMI — Kondisi Jalan Kabupaten ruas Karang Tengah–Nagrak kian memprihatinkan. Kerusakan yang tak kunjung ditangani kini bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Sorotan tajam pun mengarah ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, yang dinilai lamban dan tidak responsif terhadap kondisi darurat tersebut.

Titik kerusakan terparah berada di depan Kantor Balai Desa Nagrak Selatan. Jalan berlubang dengan permukaan yang tidak rata disebut menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan lalu lintas dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Desa Nagrak Selatan, Tutang Sutiawan, angkat suara. Ia mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari masyarakat yang merasa keselamatannya terancam saat melintasi jalur tersebut.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan. Ini soal keselamatan. Sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak parah,” tegas Tutang, Kamis (14/05/2026).

Tutang mengungkapkan, berbagai upaya telah ditempuh. Pengajuan perbaikan telah disampaikan ke UPTD PU Bina Marga Cibadak, bahkan komunikasi dengan pihak legislatif, termasuk Hera Iskandar, juga telah dilakukan. Namun hingga kini, belum ada tindakan konkret di lapangan.

Di sisi lain, alasan pemerintah terkait penyesuaian anggaran akibat lonjakan harga aspal dinilai tidak menyentuh akar persoalan. Kenaikan harga yang disebut mencapai Rp500 ribu per ton, dengan dalih faktor geopolitik global, dianggap tidak relevan bagi warga yang setiap hari menghadapi risiko di jalan rusak.

“Masyarakat tidak butuh penjelasan teknis atau alasan global. Mereka butuh jalan yang aman. Pemerintah seharusnya hadir dengan solusi nyata,” ujar Tutang.

Kondisi ini memicu pertanyaan serius tentang arah prioritas pembangunan daerah. Infrastruktur dasar seperti jalan, yang seharusnya menjadi kebutuhan paling mendesak, justru terkesan diabaikan hingga memakan korban.

Sebagai solusi, Tutang mendorong agar perbaikan tidak lagi bersifat sementara. Ia mengusulkan revitalisasi total dengan metode pengecoran beton guna menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Desakan ini mencerminkan akumulasi kekecewaan publik yang kian memuncak. Jika terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan warga yang terancam, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang kian tergerus.

Prima RK































Type and hit Enter to search

Close