Jembatan Putus Diterjang Arus Sungai, Akses Vital Petani dari Berbagai Desa Hingga Kecamatan Terganggu
EMPAT LAWANG – Derasnya arus sungai akibat tingginya curah hujan menyebabkan sebuah jembatan putus total sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu, terutama para petani yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk mengangkut hasil pertanian mereka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (21/05/2026), lebih tepatnya di kawasan Peraduan Ijut, Desa Babatan 10, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital bagi para petani dari berbagai desa hingga kecamatan dalam menjalankan aktivitas perekonomian. Setiap harinya, jalur itu dilalui kendaraan pengangkut hasil kebun dan pertanian menuju pasar maupun tempat penjualan hasil produksi masyarakat.
Akibat putusnya jembatan tersebut, aktivitas distribusi hasil tani kini mengalami hambatan serius. Sejumlah petani bahkan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh serta sulit dilalui.
Kepala Dusun 10 menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas para petani.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya para petani. Hampir setiap hari kendaraan pengangkut hasil kebun melintas di sini. Sekarang aktivitas jadi terganggu karena aksesnya putus,” ungkap Kepala Dusun 10.
Selain digunakan untuk aktivitas pertanian, akses tersebut juga dimanfaatkan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas lainnya, termasuk perdagangan dan kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat berharap pemerintah terkait segera melakukan penanganan cepat mengingat kondisi tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas warga dan roda perekonomian masyarakat dari berbagai desa hingga kecamatan.
(Yan-Cs).


Social Footer