SUKABUMI —
Pemerintah Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terus mengoptimalkan program ketahanan pangan desa yang kini mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Kepala Desa Margaluyu, Utep Sudarjat, menyampaikan, program tersebut difokuskan pada dua sektor utama, yakni pertanian dan peternakan.
Dari total anggaran sebesar Rp235 juta, sekitar Rp170 juta dialokasikan untuk pengembangan peternakan ayam petelur, sementara Rp56 juta digunakan untuk sektor pertanian dengan komoditas cabai dan kacang.
“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama kurang lebih enam bulan dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” ujar Utep, Kamis (9/4/2026)
Di sektor peternakan, dari total awal 1.000 ekor ayam petelur, tingkat produksi telur mencapai sekitar 93 persen. Rata-rata produksi harian mencapai 55 kilogram telur, yang saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Margaluyu.
“Hasil produksi kami utamakan untuk masyarakat desa dengan harga di bawah pasaran. Bukan berarti tidak ingin dipasarkan ke luar daerah, namun saat ini produksinya masih difokuskan untuk mencukupi kebutuhan warga,” jelasnya.
Seiring keberhasilan tersebut, Pemerintah Desa Margaluyu berencana melakukan pengembangan secara bertahap. Dalam waktu dekat, populasi ayam petelur akan ditambah sebanyak 200 ekor, sehingga total menjadi 1.200 ekor.
"Meski demikian, program ini tidak lepas dari sejumlah kendala, salah satunya faktor cuaca. Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi berkat pengalaman pengelola dalam pemberian vitamin dan vaksin kepada ternak,"tambahnya.
Utep berharap, program ketahanan pangan ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan asli desa yang nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan warga.
“Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Margaluyu,” pungkasnya.
Prima RK


Social Footer