Matapubliknews.com

‎Sawah Warga di Nagrak Banjir Limpahan Proyek Tol Bocimi Rendam , warga terdampak Protes.


‎SUKABUMI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak pada Kamis (23/4/2026) memicu banjir limpahan dari aliran Sungai Cicampedak yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas proyek pembangunan Tol Bocimi. Akibatnya, puluhan hektare sawah dan ladang milik warga di Kampung Cicangkore RT 005/004, Blok Cicampedak, Desa Cisarua, terendam air bercampur lumpur.

‎Banjir datang secara tiba-tiba setelah debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke area pertanian warga. Air berwarna cokelat pekat membawa material tanah dan lumpur yang diduga berasal dari area proyek, menutup lahan pertanian yang baru saja ditanami. Warga menyebut kejadian ini bukan yang pertama, namun kali ini menjadi yang terparah.

‎“Air datang deras sekali, bukan hanya dari hujan, tapi seperti ada kiriman dari atas. Sawah kami habis tertutup lumpur, gagal panen sudah pasti,” ujar salah satu warga dengan nada geram.

‎Menurut penuturan warga, sejak adanya proyek Tol Bocimi di sekitar wilayah tersebut, pola aliran air berubah drastis. Saluran air yang sebelumnya mampu menampung debit hujan kini tidak lagi berfungsi optimal. Bahkan, beberapa titik diduga mengalami penyempitan akibat aktivitas alat berat dan timbunan tanah.
‎“Kami tidak anti pembangunan, tapi jangan sampai rakyat kecil jadi korban. Ini sawah satu-satunya sumber hidup kami. Kalau terus begini, kami mau makan apa?” tegas warga lainnya.

‎Kondisi ini menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat. Selain kerugian materiil akibat rusaknya tanaman, warga juga khawatir banjir susulan akan kembali terjadi jika tidak ada penanganan serius dari pihak terkait.

‎Sejumlah warga mendesak pemerintah daerah dan pihak pengelola proyek untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan dampak lingkungan proyek. Mereka juga meminta adanya ganti rugi yang layak atas kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.

‎“Kami minta jangan hanya datang saat survei saja, tapi benar-benar bertanggung jawab. Kalau proyek ini terus merusak, lebih baik dihentikan sementara sampai ada solusi,” ucap warga dengan nada tegas.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek Tol Bocimi maupun instansi terkait. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius sebelum dampak yang lebih besar kembali terjadi di kemudian hari.


‎Tim Red
































Type and hit Enter to search

Close