SUKABUMI –
Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirumput, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka pada jari tangannya, beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (6/3) pagi, saat kegiatan pembagian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Hingga saat ini, pihak-pihak terkait masih melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.
Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, menyampaikan, pihak sekolah telah melakukan penanganan medis terhadap siswi yang bersangkutan segera setelah kejadian.
“Kami telah menerima laporan dan langsung melakukan penanganan terhadap siswa. Adapun video yang beredar awalnya dibuat untuk keperluan pelaporan internal kepada pihak dapur, mengingat luka yang dialami cukup mengeluarkan darah pada bagian jari,” ujar Ruslan, Selasa (7/4/2026).
Menurut keterangan pihak sekolah, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak madrasah juga menyebutkan' sebelumnya terdapat beberapa kejadian serupa yang bersifat ringan dan telah ditangani secara internal.
Namun demikian, pihak sekolah menegaskan, seluruh informasi terkait kejadian ini masih dalam proses klarifikasi dan evaluasi bersama, termasuk dengan pihak penyedia makanan, guna memastikan penyebab pasti serta langkah pencegahan ke depan.
Ruslan menambahkan, sempat terjadi kesalahpahaman komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa saat awal kejadian. Hal tersebut, menurutnya, dipicu oleh keterbatasan informasi yang diterima secara bersamaan.
“Kami memahami reaksi orang tua. Kami juga telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pada prinsipnya, semua pihak tidak menginginkan kejadian ini,” katanya.
Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih aman dan optimal.
Sementara itu, orang tua siswi, Ujang Roji (47), menyampaikan, pihak keluarga telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan penyedia layanan. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai musibah yang tidak diharapkan.
“Sebagai orang tua tentu kami sempat terkejut. Namun setelah ada penjelasan dan komunikasi, kami memahami situasinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan pihak sekolah dan tim dapur yang telah datang langsung untuk memberikan penjelasan.
Pihak keluarga, lanjut Ujang, saat ini memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan berharap ke depan komunikasi antar pihak dapat semakin baik.
Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, menyatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi kejadian tersebut setelah laporan disampaikan oleh sekolah.
“Kami segera merespons dengan menyampaikan permohonan maaf dan menawarkan bantuan. Saat itu disampaikan bahwa penanganan medis sudah dilakukan,” kata Faisal.
Ia juga menyebut, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kronologi kejadian, termasuk klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat. Menurut Faisal, pihaknya belum menerima laporan sebelumnya terkait keluhan serupa.
"Meski demikian setiap kejadian akan menjadi bahan evaluasi penting bagi peningkatan layanan,"tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak SPPG berkomitmen memperketat proses pengecekan kelayakan wadah makanan sebelum didistribusikan.
“Kami akan meningkatkan pengawasan agar seluruh perlengkapan yang digunakan aman bagi siswa. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya.
Prima RK


Social Footer