Matapubliknews.com

Diduga Fasilitas di RSUD Sekarwangi Cibadak Amburadul, Anggaran Toilet Umum Dipertanyakan Publik .

SUKABUMI — Dugaan pemborosan anggaran kembali mencuat di sektor pelayanan publik. Kali ini, sorotan datang dari fasilitas toilet umum di ruang tunggu pasien RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang kondisinya memprihatinkan dan dinilai tidak layak digunakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (29/4/2026), bangunan toilet yang diperuntukkan bagi keluarga pasien tersebut tampak tidak terawat dan jauh dari standar kebersihan maupun kelayakan. Ironisnya, fasilitas yang seharusnya menjadi penunjang kenyamanan justru berubah menjadi sumber keluhan.

Toilet laki-laki dan perempuan dilaporkan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Sejumlah pintu rusak, saluran air tidak berfungsi, dan kondisi dalam ruangan terlihat kumuh serta kotor. Lebih parah lagi, wastafel yang tersedia tidak mengalirkan air, sehingga tidak bisa digunakan untuk mencuci tangan—padahal fasilitas tersebut sangat penting dalam menjaga kebersihan, terutama di lingkungan rumah sakit.

“Ini sangat mengecewakan. Kami sebagai keluarga pasien harus menunggu berjam-jam, tapi fasilitas dasar seperti toilet saja tidak bisa dipakai. Ke mana anggaran yang katanya untuk pembangunan ini?” ungkap salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang menilai bahwa pembangunan fasilitas tersebut hanya sebatas formalitas proyek tanpa memperhatikan kualitas dan fungsi jangka panjang. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan adanya perencanaan yang tidak matang hingga pengawasan yang lemah dalam pelaksanaan proyek.

Beberapa warga bahkan mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas tersebut. Mereka mendesak agar pihak manajemen rumah sakit maupun instansi terkait memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

“Kalau hasilnya seperti ini, patut diduga ada yang tidak beres. Jangan sampai anggaran publik yang seharusnya untuk kepentingan rakyat justru terbuang percuma,” ujar seorang warga lainnya.

Sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD Sekarwangi seharusnya menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang layak, termasuk dalam penyediaan sarana penunjang seperti toilet umum. Apalagi, keberadaan fasilitas sanitasi yang bersih dan berfungsi merupakan bagian penting dari standar pelayanan kesehatan yang bermartabat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Sekarwangi terkait kondisi tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh, perbaikan segera, serta audit terhadap penggunaan anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal realisasi fisik, tetapi juga menyangkut kualitas, kebermanfaatan, dan tanggung jawab terhadap uang rakyat. Jika fasilitas dasar saja diabaikan, maka wajar bila publik mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang benar-benar berpihak pada masyarakat.

Red































Type and hit Enter to search

Close