Matapubliknews.com

‎Proyek Pamsimas Desa Duono diduga Bermasalah‎


‎Halbar -MataPubliknews.com. // Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Duono Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, disorot warga karena diduga gagal.

‎Alih-alih memberikan akses air bersih, proyek bernilai ratusan juta rupiah ini justru menuai keluhan akibat hanya sebagian warga yang menikmati.

‎Pamsimas merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui penyediaan air minum dan sanitasi layak.Namun,pelaksanaannya di Desa Duono justru tidak mencapai sasaran.

‎“Warga sudah berpartisipasi melakukan penggalian saluran pipa namun hingga hari ini hanya 24 Keluarga yang menikmati air bersih, jika dilihat dari papan proyek jumlah anggaran Rp.500 juta itu diduga tidak sesuai dengan hasil kerja di lapangan,progres fisik diduga tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan,  pipa induk yang digunakan itu pipa lama, bak penampung yang dibangun hanya satu buah,” ujar seorang warga berinisial YG,  (19/3/2026).

‎Berdasarkan data yang dihimpun dari dokumen pembangunan desa, proyek ini telah menghabiskan anggaran cukup besar:

‎Nama Kegiatan : Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PANSIMAS) TA 2026
‎Alokasi Dana
‎BPM : Rp 500.000.000 (BO Max 4% BPM)
‎Swadaya masyarakat: Rp 43.80’000.
‎Namun, fakta di lapangan menunjukkan distribusi air bersih dalam program ini hanya dinikmati oleh 24 KK dari 387 KK jumlah total penduduk Desa Duono. Waktu pelaksanaan yaitu 150 hari dihitung mulai kerja 4 Agustus s/d 31 Desember 2025 namun hingga hari ini Kamis 19 Maret 2026 pekerjaan tersebut belum selesai.

‎“Air yang didistribusi tidak mencukupi, mungkin pipa terlalu kecil, juga tidak lancar, sering mati” Ungkap seorang ibu yang berinisial MR kepada wartawan matapublik (19.3.2026).

‎Warga berharap pihak berwenang khususnya aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka khawatir, anggaran besar hanya menjadi ajang bancakan elite desa tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

‎“Awalnya kami semangat menyambut program pamsimas, kami bergotongroyong berpartisipasi melakukan penggalian saluran pipa ke masing masing RT dan pemasangan saluran pipa tapi akhirnya kami kecewa karena tidak kebagian mendapatkan airbersih, terpaksa kami bertahan dengan air sumur tetangga yang sering kering jika terlalu banyak digunakan,  Ini sudah bukan hanya soal proyek yang terkesan gagal, tapi soal keadilan.

Uang negara harusdipertanggungjawabkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.


‎Reporter : Dodi 




























Type and hit Enter to search

Close