Matapubliknews.com

‎Jalan Provinsi Cibadak–Pelabuhan Ratu Masih Rusak dan Berlubang Jelang Mudik 2026, Pengguna Jalan: Kritik Tambal Sulam dan Pertanyakan Kineja Pemeliharaan





‎matapubliknews.com -SUKABUMI – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 H / 2026, kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Cibadak menuju kawasan wisata Pelabuhan Ratu kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Sejumlah titik jalan berlubang masih ditemukan di sepanjang ruas tersebut dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan angkutan barang.

‎Pantauan pengguna jalan dan warga sekitar menyebutkan, kerusakan jalan berupa lubang dan permukaan aspal yang mengelupas tersebar di beberapa titik sepanjang jalur utama tersebut.

‎Kondisi ini semakin dikhawatirkan karena jalur Cibadak–Pelabuhan Ratu merupakan salah satu akses vital menuju kawasan wisata selatan Sukabumi yang ramai dikunjungi saat musim libur panjang.

‎Salah seorang pengguna jalan, Wawan (40), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pengangkut sayuran, mengaku sangat merasakan dampak dari kondisi jalan yang rusak tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya memperlambat perjalanan tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.

‎“Sebagai sopir yang hampir setiap hari melintas di jalur ini, kami sangat terganggu dengan kondisi jalan yang berlubang. Apalagi kalau malam hari atau saat hujan, lubangnya sering tidak terlihat. Ini sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

‎Wawan menambahkan, meskipun saat ini terlihat ada beberapa titik yang sedang diperbaiki, namun pekerjaan tersebut dinilai belum maksimal dan belum menyentuh seluruh titik kerusakan yang ada.

‎“Memang ada perbaikan, tapi menurut kami belum maksimal. Masih banyak lubang yang dibiarkan. Padahal sebentar lagi arus mudik dan libur Lebaran, jalur ini pasti padat karena banyak orang menuju objek wisata di Pelabuhan Ratu sampai Ujung Genteng,” tambahnya.

‎Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga dan pengendara lain yang melintas. Mereka menilai metode perbaikan jalan yang selama ini dilakukan cenderung bersifat sementara dan tidak memberikan solusi jangka panjang.

‎Beberapa warga bahkan menyoroti praktik tambal sulam yang dianggap dikerjakan secara asal-asalan. Menurut mereka, tambalan aspal seringkali hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum akhirnya rusak kembali.

‎“Tambal sulamnya sering terlihat seperti sekadar menutup lubang saja. Tidak lama kemudian rusak lagi. Kalau seperti ini terus, sama saja hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

‎Kondisi tersebut memicu kritik dari masyarakat terhadap kinerja pemeliharaan jalan oleh pihak terkait. Mereka berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah serius agar jalur strategis tersebut benar-benar layak dilalui, terlebih menjelang momen mudik Lebaran yang selalu diikuti lonjakan volume kendaraan.

‎Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, ruas jalan Cibadak–Pelabuhan Ratu juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur ini dilalui kendaraan logistik, angkutan hasil pertanian, hingga wisatawan yang menuju destinasi pantai di wilayah selatan Sukabumi.

‎Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, pengawas lapangan dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat wilayah 2.1, Asep, tidak memberikan banyak keterangan terkait keluhan masyarakat tersebut.

‎“Iya Pak, nanti saya koordinasikan. Mohon maaf jika belum maksimal,” ujarnya singkat kepada wartawan.

‎Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah provinsi, khususnya Dedi Mulyadi, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan yang dilakukan diharapkan tidak lagi bersifat sementara, melainkan perbaikan permanen yang benar-benar mampu menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

‎Dengan semakin dekatnya arus mudik dan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata Sukabumi selatan, warga berharap perbaikan jalan dapat segera dituntaskan. Jika tidak, kerusakan jalan dikhawatirkan tidak hanya menimbulkan kemacetan panjang, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan banyak pihak.

‎Masyarakat pun berharap suara keluhan para pengguna jalan ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah, sehingga jalur strategis yang menjadi urat nadi ekonomi dan pariwisata tersebut dapat segera diperbaiki secara menyeluruh dan profesional.

‎Tim Red


















Type and hit Enter to search

Close