Matapubliknews.com

‎"Kabar Dugaan Kasus Penyimpangan Seksual di Perum GSA Sukabumi Menimbulkan Keresahan, Warga Minta Tindakan Tegas"

Matapubliknews.com|| SUKABUMI – Dugaan kasus penyimpangan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menghebohkan warga Perumahan GSA, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Informasi yang beredar di tengah masyarakat memicu keresahan, terutama di kalangan orang tua yang khawatir terhadap keamanan dan masa depan anak-anak di lingkungan tersebut.

Ketua RT 01 RW 02 Perum GSA, Joki, angkat bicara menanggapi isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas dan pasti terkait kebenaran kejadian tersebut. Menurutnya, kabar yang beredar masih sebatas isu yang belum terkonfirmasi secara utuh.

“Informasi yang kami terima belum jelas. Kami tidak mengetahui secara pasti kronologi maupun kebenaran dari kejadian tersebut,” ujar Joki saat dikonfirmasi wartawan dirumahnya pada sabtu (28/3/2026) 

Meski demikian, keresahan warga tidak bisa dihindari. Sebagai bentuk respons terhadap isu yang beredar, warga RT 01 RW 02 telah menggelar musyawarah dan sepakat untuk mengambil langkah preventif. Salah satunya adalah dengan membuat petisi yang sudah diajukan kepada pihak desa dan kecamatan.

Petisi tersebut berisi tuntutan agar pihak terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk mendorong agar terduga pelaku maupun korban apabila isu tersebut terbukti benar tidak lagi berada di lingkungan perumahan demi menjaga kondusivitas dan rasa aman warga.

“Kami bersama warga 
sepakat membuat petisi ke pihak desa dan kecamatan. Tujuannya agar ada langkah konkret untuk menjaga lingkungan kami tetap aman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joki mengungkapkan kekhawatiran warga apabila isu tersebut benar terjadi. Ia menilai bahwa kasus semacam ini berpotensi menjadi penyakit masyarakat yang dapat merusak tatanan sosial serta berdampak buruk terhadap perkembangan generasi muda.

“Kalau memang benar terjadi, kami khawatir ini akan menjadi penyakit masyarakat. Dampaknya bukan hanya sekarang, tapi juga ke anak-anak kami ke depan,” tegasnya.

Warga pun berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Mereka meminta agar kebenaran dari informasi yang beredar dapat segera diungkap, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Kami berharap pihak berwenang segera mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jika memang terbukti, harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambah Joki.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat terkait dugaan kasus tersebut. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Tim Red































Type and hit Enter to search

Close