Matapubliknews.com

Ibadah yang Tertunda, Janji yang Menggantung: 19 Calon Jamaah Umroh Sukabumi Diduga Jadi Korban Travel PT Farhan Surya Indah


SUKABUMI — Niat suci untuk menunaikan ibadah umroh yang seharusnya menjadi momen penuh harapan dan kebahagiaan, justru berubah menjadi kisah pilu bagi puluhan warga Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 19 calon jamaah yang mendaftarkan diri melalui PT Farhan Surya Indah kini harus menelan kekecewaan mendalam setelah keberangkatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, meski seluruh biaya telah dibayarkan lunas.

Peristiwa ini mencuat ke publik pada Selasa (31/03/2026), ketika para jamaah mulai kehilangan kesabaran setelah berulang kali menerima janji tanpa kepastian. Sejak awal pendaftaran, para korban mengaku diyakinkan dengan berbagai penawaran dan jaminan keberangkatan yang disebut-sebut akan berlangsung dalam waktu dekat. Bahkan, sebagian besar jamaah telah melengkapi seluruh dokumen administratif, termasuk paspor, visa yang dijanjikan dalam proses, hingga perlengkapan ibadah yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Namun realitas berkata lain. Hari demi hari berlalu tanpa kejelasan jadwal. Informasi yang diberikan oleh pihak pengelola travel dinilai tidak konsisten dan cenderung berubah-ubah. Mulai dari alasan teknis, kendala administrasi, hingga dalih internal perusahaan, semuanya disampaikan tanpa bukti konkret yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami ini bukan tidak sabar, tapi sudah terlalu lama menunggu. Semua biaya sudah kami lunasi, bahkan ada yang sampai menjual aset atau meminjam uang demi bisa berangkat umroh. Tapi sampai sekarang, tidak ada kepastian sama sekali,” ujar salah satu korban dengan nada penuh kekecewaan.

Lebih dari sekadar kerugian materi, kondisi ini juga menimbulkan tekanan psikologis dan beban moral yang tidak ringan. Di tengah lingkungan masyarakat, para calon jamaah yang sebelumnya berpamitan untuk berangkat ibadah kini justru harus menghadapi pertanyaan demi pertanyaan yang sulit dijawab. Rasa malu, kecewa, hingga kehilangan kepercayaan menjadi beban yang harus mereka tanggung.

“Awalnya kami sudah pamit ke keluarga dan tetangga, bahkan sudah menggelar doa bersama. Tapi sekarang kami seperti dipermalukan keadaan. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga harga diri dan harapan yang dipermainkan,” ungkap korban lainnya.

Dalam keterangannya, para jamaah menyebut adanya oknum pengelola cabang travel di wilayah Sukabumi yang berinisial RO, LK, dan AR. Ketiganya diduga berperan dalam proses perekrutan dan pengelolaan jamaah. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan ataupun tanggung jawab yang ditunjukkan. Komunikasi yang terjalin pun disebut semakin sulit, bahkan cenderung menghindar saat dimintai kepastian.

“Setiap ditanya, jawabannya selalu sama tunggu, sabar, sedang diproses. Tapi tidak pernah ada bukti nyata. Ini sudah jelas merugikan kami,” tegas salah satu perwakilan korban.

Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan, para korban kini berencana mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan praktik penipuan atau kelalaian yang dilakukan oleh pihak travel, serta membuka kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus ini.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam bisnis penyelenggaraan ibadah, yang seharusnya dijalankan dengan penuh amanah dan integritas.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh. Legalitas perusahaan, rekam jejak, transparansi biaya, hingga kejelasan jadwal keberangkatan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Jangan sampai niat ibadah yang tulus justru dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan semata tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Farhan Surya Indah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan gagalnya pemberangkatan 19 jamaah tersebut. Para korban berharap ada itikad baik dan tanggung jawab nyata dari pihak travel, serta kehadiran negara melalui aparat hukum untuk memberikan keadilan atas apa yang mereka alami.

Di tengah ketidakpastian ini, satu hal yang tersisa hanyalah harapan agar keadilan benar-benar ditegakkan, dan agar niat suci mereka untuk beribadah tidak selamanya tertunda oleh janji-janji yang tak pernah ditepati.


Redaktur : AK69































Type and hit Enter to search

Close