Matapaubliknews.com -
Diduga adanya sistem membodohi masyarakat terhadap Pasien yang mengunakan BPJS Tetap harus membayar biaya,hal ini terjadi Di PUSKESMAS Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 19 maret 2026 dimana Pasien bernama Suharso warga desa bojong jengkol kecamatan jampang tengah yang pada saat itu mengalami kondisi kritis,
Kronologi kejadian pukul 02 pagi Pasien ke Puskesmas jampang tengah dengan kondisi kritis,sehingga harus dilakukan penanganan dengan oxigen serta nebu,namun entah apa alasannya penanganan seperti tidak propesional
tanpa saran ataupun rujukan perawatan,pasien pada pukul 07 pagi pulang
Dan hal yang sangat mencengangkan ketika ada kewajiban membayar padahal Pasien mengunakan BPJS, keterangan dari keluarga Pasien pembayaran biaya tersebut kata petugas Rumah sakit untuk biaya oksigen dan nebu. Sebesar Rp325 ribu.
" kata petugasnya kalau BPJS untuk perawatan dan inap sementara oxigen bayar perjam dan nebu jadi totalnya Rp325 ribu yang saya bayar.anehnya saya tidak diberi kwitansi untuk pembayaran tersebut" tutur keluarga korban
Selanjutnya keluarga korban pun menyampaikan jika pelayanan di puskesmas tersebut tidak ada keramahan dari petugasnya bahkan obat yang diberikan pun begitu saja tanpa di beri kantong. " 3 lembar obat dikasih begitu saja tanpa ada kesopanan dikantongi atau dikemas" tambah keluarga Pasien.
Dari salah seorang anak pasien juga memberikan keterangan"
Karena kondisi bapak kritis kami pihak keluarga berinisiatip membawa bapak ke RS Bunut, setelah 2 hari dirawat bapak meninggal. Di Rs bunut kami mendapatkan pelayanan yang ramah dan tidak ada biaya apapun yang harus dibayar karena semua sudah ditanggung BPJS" terang anak pasien
Dari hal tersebut pelayanan di Rs Bunut sangat jauh terbalik dengan yang ada di Puskesmas Jampang tengah selain keramahan yang kurang juga harus adanya pembayaran biaya walau sudah jelas pasien mengunakan BPJS.
Dari kejadian tersebut pihak Dinas kesehatan berkewajiban membina dan menyampaikan lebih ketat terkait pelayanan di RS maupun Puskesmas yang ada di Kabupaten Sukabumi. Yang terjadi di Puskesmas Jampang tengah diduga pelayanan tanpa mengedepankan nurani,pasien kritis ,menjelang lebaran keluarga yang mengandalkan BPJS harus terpaksa membayar untuk oxigen dan nebu.
Tim Red


Social Footer