matapubliknews.com - Sudah satu tahun berlalu sejak bencana alam pergeseran tanah melanda Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Namun hingga hari ini, masyarakat terdampak masih hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Rumah yang dahulu menjadi tempat berlindung kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing, sementara harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman belum juga menemukan kejelasan.(11/02/2026)
Selama satu tahun ini, warga bertahan dalam kondisi yang serba terbatas. Hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah kerabat, atau tinggal di tempat sementara yang jauh dari kata layak. Rasa takut akan keselamatan, kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak, serta tekanan ekonomi menjadi beban yang terus dirasakan setiap hari. Ketidakpastian relokasi bukan hanya persoalan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut martabat dan hak dasar masyarakat untuk hidup dengan aman dan layak.
Masyarakat Desa Lembursawah merasa terabaikan karena hingga saat ini belum ada kejelasan yang pasti terkait rencana relokasi dari pihak terkait. Janji dan harapan yang sempat disampaikan oleh mentri kemendes akan tetapi belum terwujud dalam langkah nyata. Kondisi ini menimbulkan luka batin yang mendalam, seolah penderitaan warga perlahan dilupakan seiring berjalannya waktu.
Oleh karena itu, masyarakat Desa Lembursawah dengan penuh harap dan kerendahan hati memohon perhatian langsung serta kehadiran Bupati Kabupaten Sukabumi untuk melihat secara nyata kondisi warga di lapangan. Kehadiran pemimpin daerah sangat dinantikan sebagai bentuk kepedulian, penguatan moral, sekaligus langkah awal untuk memberikan kepastian dan solusi konkret terkait relokasi.
"Tanggal 30 januari kami melayangkan surat audiensi kepada bapak bupati kabupaten sukabumi namun sangat di sayangkan sampai saat ini belum ada balasan surat tersebut malah melempar bola ke sekertaris daerah dan sudah kami konfirmasi kapan kami bisa berjumpa dan bersilatuhrahmi namun belum ada jawaban yg pasti seolah2 pemerintah daerah tutup mata dan telinga terkait permasalahan ini" ketua forum masyarakat desa lembur sawah Randi firmansyah SH
Tim Red


Social Footer