Matapubliknews.com

Fakta Baru Dugaan Kasus Pungli PPPK di Kemenag Kab. Sukabumi , Terbongkar, Tarif Kelulusan Capai Ratusan Juta!

SUKABUMI -- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sukabumi terus bergulir dan kian mengerucut, Pasal nya Dugaan Kasus yang sebelumnya hanya menjadi perbincangan di kalangan internal kini mengemuka ke ruang publik, seiring munculnya sejumlah nama, nominal setoran, serta dugaan pola aliran dana yang disebut berlangsung secara sistematis, terstruktur, dan masif.
Berdasarkan data serta keterangan sejumlah narasumber yang dihimpun di lapangan, praktik pungli tersebut diduga telah dirancang jauh sebelum tahapan seleksi PPPK resmi dibuka. Skema yang digunakan disebut tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan peran-peran tertentu, mulai dari pencari peserta, pengumpul dana, hingga pihak yang diduga menjadi tujuan akhir aliran uang. 

"Oknum berinisial DDN disebut berperan sebagai pengumpul setoran dari peserta seleksi Sebesar Rp 2.500.000/orang, yang kemudian disalurkan kepada sejumlah pihak di lingkungan Departemen Agama (Depag) Kabupaten Sukabumi". Beber nya

Dipapar kan pula, Dalam pusaran aliran dana tersebut, turut mencuat nama (AS) yang diduga merupakan oknum kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU), Seorang narasumber menyebut bahwa, pembagian peran sudah disusun sejak awal. 

Jelas nya, "Siapa yang mencari peserta, siapa yang menerima uang, dan ke mana uang itu disalurkan, semuanya sudah diatur. Ini bukan cerita karangan, bahkan perlu diketahui dari hasil 300 san P3K pengangkatan dulu yang menarif Rp 1.500.000,- nya pernah dipakai jalan - jalan ke Bromo," ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dimulai konfirmasi melalui Telpon dan pesan via Kontak WhatsApp atas kebenarannya atas informasinya tapi tak Di jawab oleh Yang bersangkutan. 

Dilanjutkan, Dalam memenuhi kelengkapan berita awak media Agar Seimbang, sehingga langsung menghampiri ke kantor nya, yang berada di Jalan pelabuhan 2 lembur situ kota sukabumi, namun memberikan kesan yang tidak baik sungguh sangat di sayangkan malah hasil dari penjaga pelayanan dan para oknum Sub bidang tersebut seolah mencoba menutupi dari awak media. Lengkap nya (Bersambung) 



Sumber  : Adam Firmando
Tim Red

















Type and hit Enter to search

Close